
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat sorotan publik karena sikapnya yang dianggap berbeda dalam dua isu besar: penertiban kawasan wisata Puncak dan pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI data center) di sekitar Bendungan Jatiluhur.
Di kawasan Puncak, Dedi dikenal cukup tegas dalam mendorong penertiban aktivitas wisata yang dianggap melanggar aturan tata ruang. Namun di sisi lain, sikapnya terhadap rencana pembangunan data center AI di Jatiluhur dinilai jauh lebih longgar, padahal lokasi itu juga berada di kawasan yang memerlukan perhatian lingkungan.
Perbedaan sikap ini memunculkan pertanyaan soal konsistensi kebijakan sang gubernur dalam menjaga kawasan strategis di Jawa Barat. Publik dan sejumlah pihak mempertanyakan standar ganda yang tampak dalam dua keputusan tersebut.
Isu ini menjadi menarik karena menyentuh dua kepentingan yang sering berbenturan: perlindungan lingkungan dan dorongan investasi teknologi. Bagaimana Dedi Mulyadi menjawab kritik ini ke depan akan menjadi ujian nyata bagi konsistensi kepemimpinannya di Jawa Barat.
Sumber: Detik Travel
Rekomendasi

Indonesia Jadi Destinasi Wisata Muslim Terbaik Kedua Dunia, Naik Drastis dari Tahun Lalu

Kuliner Nusantara Dinilai Berpotensi Tarik Wisatawan Mancanegara

Jalan Cikini Berubah Jadi ‘Negeri Sakura’ Saat Tabebuya Mekar Serempak

