
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan ada negara yang kembali meminta pasokan beras dari Indonesia. Meski belum mengungkap identitas negara tersebut, Amran menegaskan permintaan ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada kebutuhan dalam negeri, melainkan juga mampu memasok kebutuhan global.
Saat diwawancarai di Kementerian Pertanian Jakarta pada Senin (19/10/2026), Amran mengatakan, “Ekspor, ada lagi permintaan ekspor ke salah satu negara. Tunggu aja beritanya besok atau lusa.” Ia menyarankan untuk menunggu pengumuman resmi lebih lanjut mengenai detail permintaan ekspor tersebut.
Permintaan terbaru ini datang setelah Indonesia telah membuktikan kapabilitas ekspor beras. Sebelumnya, Indonesia pernah mengirimkan beras premium ke Malaysia sebanyak 1.000 ton. Amran menjelaskan bahwa permintaan ekspor beras merupakan hasil dari komunikasi langsung dengan pihak negara yang membutuhkan.
Selain permintaan ekspor terbaru, Pemerintah masih menjalankan proses penjajakan dengan beberapa negara tetangga untuk kemungkinan ekspor beras. Negara-negara tersebut adalah Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste. Proses negosiasi masih dalam tahap eksplorasi untuk memastikan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Langkah ini menunjukkan strategi diversifikasi pasar yang lebih luas bagi sektor pertanian Indonesia. Dengan meningkatkan ekspor beras, Indonesia tidak hanya memperkuat posisi sebagai produsen pangan regional, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah ekonomi bagi petani lokal dan industri pertanian.
Sumber: Detik Finance
Rekomendasi

OJK Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Indonesia Masih Tertinggal dari Standar MSCI

Bea Cukai Tangkap Sindikat Penyelundupan Emas 25 Kg di Lima Bandara Internasional

BI Catat Lonjakan Transaksi Ekspor-Impor Pakai Mata Uang Lokal, Bukan Dolar

