Kementerian Keuangan Lantik Lima Pejabat Eselon I, Fokus pada Transformasi Digital dan Efisiensi Anggaran

Kementerian Keuangan Lantik Lima Pejabat Eselon I, Fokus pada Transformasi Digital dan Efisiensi Anggaran

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melakukan perombakan struktur kepemimpinan di Kementerian Keuangan dengan melantik lima pejabat tingkat eselon I pada Jumat (23/10). Pengangkatan ini mencakup satu Sekretaris Jenderal, dua Direktur Jenderal, dan dua Staf Ahli Menteri, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 141/TPA tahun 2026.

Astera Primanto Bhakti dilantik sebagai Sekretaris Jenderal menggantikan Robert Leonard Marbun. Tri Budhianto kemudian mengambil alih posisi Direktur Jenderal Perbendaharaan yang sebelumnya dijabat Astera, sementara Nufransa Wira Sakti menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan dengan meninggalkan jabatannya sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, posisi yang kini diisi Neilmaldrin Noor.

Suahasil menekankan bahwa pelantikan ini bagian dari upaya memperkuat organisasi Kemenkeu. “Pelantikan pada pagi hari ini adalah bagian dari perjalanan Kementerian Keuangan untuk terus beradaptasi dan memperkuat organisasi,” ujar Suahasil dalam sambutannya di Jakarta Pusat.

Untuk Astera sebagai Sekretaris Jenderal, Menteri Keuangan meminta agar posisi tersebut menjadi penggerak utama organisasi yang mensinergikan semua fungsi dukungan manajemen, mulai dari sumber daya manusia hingga pengelolaan aset. Tujuannya memastikan seluruh prioritas kerja Kemenkeu dapat berjalan optimal.

Tri Budhianto diminta untuk meneruskan agenda digitalisasi dan transformasi menuju treasury operations modern. Suahasil menyoroti perlunya penguatan tidak hanya dalam pelaksanaan anggaran, tetapi juga penyusunan anggaran kementerian dan lembaga agar lebih terkoneksi.

Menteri Keuangan menekankan peran strategis sistem pembayaran digital yang langsung ke rekening penerima, baik untuk program perlindungan sosial, gaji pegawai negeri, maupun pembayaran pensiun dari Kas Umum Negara. Mekanisme ini akan membuat pelaksanaan APBN lebih efisien dan manfaatnya langsung terasa oleh masyarakat.

Nufransa Wira Sakti di posisi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan diminta memperkuat kehadiran negara di seluruh wilayah melalui integrasi APBN dan APBD. Suahasil menginginkan desentralisasi fiskal yang lebih efektif dalam mendukung pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Kedua Staf Ahli Menteri Keuangan yang baru dilantik diberikan mandat sebagai pendukung strategis pengambilan keputusan Menteri. Posisi ini bukan sekadar jabatan formalitas, tetapi harus mampu berkomunikasi dengan semua unit eselon I Kemenkeu dan menghubungkan berbagai isu strategis organisasi. Dengan komposisi baru ini, Kementerian Keuangan siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan fokus pada modernisasi dan efektivitas operasional.

Sumber: Detik Finance

Rekomendasi

Scroll to Top