
Kenaikan harga cabai belakangan ini ternyata sudah sampai ke meja Menteri Perdagangan. Pemerintah mengakui bahwa harga komoditas pedas itu memang sedang tidak bersahabat untuk kantong konsumen saat ini.
Mendag menyebut musim panas sebagai penyebab utama lonjakan harga cabai. Cuaca panas yang berkepanjangan membuat hasil panen cabai dari para petani turun drastis, sehingga pasokan di pasaran berkurang sementara permintaan tetap berjalan seperti biasa.
Ketika pasokan seret tapi permintaan tidak ikut turun, harga otomatis akan terdorong naik. Kondisi ini bukan hal baru di dunia pertanian, karena cuaca memang menjadi salah satu faktor terbesar yang memengaruhi produksi tanaman hortikultura seperti cabai.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus memantau pergerakan harga di pasar. Situasi ini diharapkan bisa berangsur normal seiring dengan masuknya musim hujan yang biasanya membantu pemulihan hasil panen cabai di berbagai daerah.
Bagi masyarakat yang sehari-hari menggunakan cabai sebagai bahan masak, lonjakan harga ini tentu terasa cukup memberatkan. Semua pihak kini menantikan stabilisasi harga yang diharapkan datang seiring perbaikan kondisi cuaca dan pasokan dari petani.
Sumber: Detik Finance
Rekomendasi

DPR Tekanan Kemenkeu Bayar Tunggakan Tunjangan Guru Selama 3 Bulan

Korupsi Motor Listrik Program MBG: 5 Tersangka Resmi Diserahkan ke Jaksa, Negara Rugi Rp863 Miliar

Pasal Misterius di PKPU soal Gibran: Doli Desak Komisi II Panggil KPU

