
Di tengah target ambisius Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendatangkan 50 perusahaan baru ke pasar saham sepanjang 2026, realisasinya hingga awal Oktober baru menyentuh angka tujuh perusahaan. Total dana yang berhasil dikumpulkan dari tujuh IPO tersebut mencapai Rp 2,16 triliun.
Ketujuh perusahaan yang sudah resmi tercatat di BEI adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS). BEI sendiri memasang target lebih luas, yakni total 555 pencatatan efek sepanjang tahun ini, termasuk penambahan 2 juta investor baru.
Ada tujuh perusahaan lagi yang saat ini masih antre menunggu giliran IPO. Dari segi ukuran aset, dua di antaranya tergolong kecil (di bawah Rp 50 miliar), tiga masuk kategori menengah (Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar), dan dua sisanya masuk skala besar (di atas Rp 250 miliar). Secara sektor, mayoritas berasal dari healthcare (empat perusahaan), diikuti energi (dua perusahaan), dan industrials (satu perusahaan).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memantau perkembangan ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut lima perusahaan dalam antrean OJK dengan total perkiraan emisi yang tidak kecil. “5 perusahaan, perkiraan emisinya di atas Rp 2 triliun, Rp 2,028 triliun,” ungkapnya kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta.
Hasan juga mencatat bahwa penghimpunan dana di pasar modal secara keseluruhan sudah mencapai Rp 169,5 triliun, dengan potensi tambahan sekitar Rp 24 triliun hingga akhir tahun dari instrumen utang dan sukuk yang akan melakukan refinancing. “Berarti masih ada peluang lah kita untuk bisa berharap mencapai angka target yang dicanangkan Rp 250 triliun dimaksud,” jelasnya.
Dari sisi jumlah investor, pertumbuhannya terbilang signifikan. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mencatat jumlah investor pasar modal kini telah mencapai 31,9 juta, naik drastis dari 10 juta lima tahun lalu. Meski tren investor terus membaik, pertanyaan besarnya tetap sama: mampukah jumlah emiten baru mengejar ketertinggalan sebelum 2026 ditutup?
Sumber: Detik Finance
Rekomendasi

Jasa Marga Raih Pertumbuhan Pendapatan 7,9% di Kuartal III 2026, Capai Rp15,6 Triliun

OJK Terima Pembayaran Denda Rp2,1 Triliun dari Pelanggar Pasar Modal

Kadin: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Meski Ada Tekanan Pasar

