Kadin: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Meski Ada Tekanan Pasar

Kadin: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Meski Ada Tekanan Pasar

Pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie membantah kekhawatiran bahwa negara sedang menghadapi krisis ekonomi. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini jauh lebih stabil dibanding masa krisis 1998 atau pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

Bakrie menunjukkan data pertumbuhan ekonomi sebagai bukti ketangguhan nasional. “Banyak yang menanyakan kepada kami, apakah Indonesia diambang krisis? Menurut kami lebih baik kita melihat ke fundamental saja, kita lihat tahun 98 minus 13%, 2020 waktu COVID minus 2,1%, kemudian sekarang plus 5,1%. Jadi dapat kita sampaikan, melihat data fundamental kita kuat,” katanya dalam rapat pimpinan Kadin di Jakarta akhir Oktober 2026.

Meskipun mengakui ada tekanan di sektor pasar modal—antara lain dengan keluar masuknya modal asing senilai Rp 124 triliun dan melemahnya indeks saham hingga 40%—Bakrie menekankan pentingnya fokus pada indikator ekonomi yang lebih luas dan mendalam.

Secara menyeluruh, posisi finansial Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif. Investasi asing langsung mencapai Rp 270 triliun, rata-rata keuntungan perusahaan publik tumbuh 16%, cadangan devisa ada di US$ 146 miliar, dan pertumbuhan kredit mencapai 13,3% per tahun. Faktor-faktor ini, menurut Bakrie, mencerminkan ketahanan ekonomi yang sesungguhnya.

Bakrie juga membandingkan situasi Indonesia dengan negara-negara maju yang sedang meningkatkan kesiapan darurat. AS sedang menambah stok bahan bakar minyak, sementara Inggris menghimbau warganya bersiap mandiri selama 72 jam menghadapi ketidakpastian. Indonesia, lanjutnya, juga terus memperkuat kemandirian di bidang pangan, air, dan energi.

Lembaga Moneter Internasional (IMF) pernah menyebut Indonesia sebagai “bright spot” di tengah tantangan ekonomi global. Bakrie meyakini Indonesia akan tetap menjadi pencerahan ekonomi karena memiliki daya tahan baik dari sisi data maupun potensi alam yang dimiliki.

Sumber: Detik Finance

Rekomendasi

Scroll to Top