
Perusahaan aspal asal China, Xi’an Zhongli Asphalt Co., Ltd., merencanakan pembangunan pabrik baru di Pulau Jawa dengan investasi sekitar Rp 1,09 triliun. Pabrik ini akan memproses Aspal Buton—material aspal lokal Indonesia—dengan kapasitas produksi mencapai 600.000 ton per tahun.
Rencana investasi tersebut menjadi bagian dari kunjungan Menteri Investasi Rosan P. Roeslani ke Shanghai pada akhir Oktober 2026 untuk membahas peluang kerja sama ekonomi dengan berbagai perusahaan multinasional. “Kami ingin menerjemahkan peluang kerja sama investasi menjadi rencana implementasi yang konkret, mulai dari kapasitas produksi dan teknologi, pengembangan industri di dalam negeri, hingga tindak lanjut komersial bersama pemangku kepentingan terkait dan Danantara Indonesia,” ujar Rosan.
Proyek pabrik aspal ini akan dilaksanakan secara bertahap untuk mencapai kapasitas produksi penuh. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor aspal minyak sekaligus membuka peluang ekspor produk aspal lokal ke pasar global.
Selain investasi aspal, pertemuan Rosan juga menghasilkan komitmen dari berbagai sektor industri lainnya. H&M Group dan mitra rantai pasoknya dari China dan Hong Kong akan membangun sembilan pabrik tekstil di Jawa, sementara Weiming Environment Protection terus mengembangkan instalasi pengolahan sampah menjadi energi di Bali dan Bogor.
Perusahaan otomotif Geely Auto Group juga menyatakan kesediaan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik bersama Indonesia. Dengan berbagai proyek investasi ini, pemerintah berharap dapat memperkuat industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di tingkat global.
Sumber: Detik Finance
Rekomendasi

Wajib Pajak Punya Kesempatan Emas Kurangi atau Hapus Denda hingga 2028

Penumpang Pukul Pramugara di Pesawat Lombok-Jakarta, Berangkat Terlambat Jadi Pemicu

Pemerintah Dorong Koperasi Petani Kuasai Industri Hilir Minyak Goreng hingga 2027

