:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362718/original/021025200_1790827947-ChatGPT_Image_Oct_1__2026__10_32_23_AM.jpg)
Komjen Pol Suyudi Ario Seto, calon Kapolri usulan Presiden Prabowo, punya pandangan berbeda soal cara menilai kinerja polisi. Menurutnya, selama ini ada kecenderungan keberhasilan diukur dari seberapa banyak tersangka yang ditangkap atau seberapa besar barang bukti yang disita — dan itu perlu diubah.
“Keberhasilan tidak boleh diukur hanya dari jumlah tersangka atau beratnya barang bukti yang disita,” ujar Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di Komisi III DPR pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menegaskan bahwa tolok ukur yang lebih tepat adalah dampak nyata dari penindakan hukum. Misalnya, apakah jaringan kejahatan berhasil diputus, apakah aset hasil kejahatan diproses secara sah, apakah korban mendapat perlindungan, dan apakah kejahatan serupa bisa dicegah agar tidak terulang di lokasi yang sama.
Suyudi juga menyinggung pentingnya transparansi dalam penanganan pengaduan masyarakat. Ia ingin setiap laporan yang masuk bisa dilacak perkembangannya — artinya, warga yang melapor berhak tahu sampai mana kasusnya ditangani, bukan dibiarkan menunggu tanpa kejelasan.
Jika visi ini benar-benar diterapkan, perubahan cara mengukur kinerja Polri bisa menjadi langkah penting menuju institusi yang lebih berorientasi pada keadilan dan kepercayaan publik, bukan sekadar angka statistik penangkapan.
Sumber: Liputan6
Rekomendasi

DPR Tekanan Kemenkeu Bayar Tunggakan Tunjangan Guru Selama 3 Bulan

Korupsi Motor Listrik Program MBG: 5 Tersangka Resmi Diserahkan ke Jaksa, Negara Rugi Rp863 Miliar

Pasal Misterius di PKPU soal Gibran: Doli Desak Komisi II Panggil KPU

