Investasi Data Center di Batam Bisa Tembus Rp500 Triliun, tapi Infrastruktur Harus Siap Duluan

Investasi Data Center di Batam Bisa Tembus Rp500 Triliun, tapi Infrastruktur Harus Siap Duluan

Batam berpotensi kebanjiran investasi jumbo dari industri pusat data alias data center dalam dua tahun ke depan. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp500 triliun, namun ada syarat yang harus dipenuhi lebih dulu sebelum uang sebesar itu benar-benar mengalir masuk.

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dasar—terutama pasokan energi listrik dan air bersih—harus dibenahi dari hulu sebelum investasi digenjot lebih jauh. “Dan tentu terkait dengan utilitas, harus kita bangun hulu. Sampai nanti investasinya kita dorong cepat, tetapi secara utilitas infrastrukturnya belum siap,” ujarnya.

Fary juga mengingatkan bahwa data center adalah industri yang rakus energi dan air. Jika kebutuhannya tidak diperhitungkan secara matang sejak awal, dikhawatirkan pasokan untuk warga setempat bisa terganggu. “Betul-betul kita akan hitung benar kebutuhan terhadap energi dan betul-betul terhadap air, sehingga tidak mengganggu kebutuhan pasokan untuk masyarakat,” katanya.

Selain membangun pusat data, BP Batam juga mendorong agar industri manufaktur pendukungnya ikut berkembang sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan dari satu sisi saja. Batam sendiri saat ini sudah memiliki sekitar 35 kawasan industri dan 135 kawasan galangan kapal yang dinilai perlu diperkuat dengan teknologi lebih modern.

Dari sisi capaian, realisasi investasi di Batam pada kuartal pertama 2026 sudah menyentuh Rp17,48 triliun, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BP Batam menargetkan realisasi keseluruhan tahun ini mencapai Rp70 triliun, dengan harapan sudah tembus 95 persen atau sekitar Rp66 triliun pada kuartal ketiga.

Jika target itu tercapai, Fary berharap lonjakan investasi ini tidak sekadar jadi angka statistik, melainkan benar-benar menggerakkan ekonomi Batam—mulai dari perdagangan ekspor-impor hingga peningkatan daya beli masyarakat—sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top