MR.D.I.Y., Bank CIMB Niaga, dan Kemenperin Latih 100 UKM Terapkan Bisnis Berkelanjutan

MR.D.I.Y., Bank CIMB Niaga, dan Kemenperin Latih 100 UKM Terapkan Bisnis Berkelanjutan

Kolaborasi antara perusahaan retail MR.D.I.Y. Indonesia, PT Bank CIMB Niaga, dan Kementerian Perindustrian menghasilkan program pelatihan manajemen keuangan untuk 100 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Pelatihan ini digelar sebagai bagian dari Bulan Inklusi Keuangan 2026 dan melibatkan IKM binaan kementerian serta pemasok lokal MR.D.I.Y.

Tema pelatihan difokuskan pada penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam rantai pasokan global. Peserta menerima edukasi langsung dari praktisi industri tentang pengelolaan keuangan, efisiensi bisnis, dan transformasi menuju praktik bisnis yang ramah lingkungan. Materi dirancang untuk membantu UKM mengembangkan usaha yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.

CFO MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menyatakan: “Sebagai Perseroan yang secara aktif menerapkan upaya ESG, pelatihan ini merupakan upaya awal untuk terus mendukung IKM bertumbuh secara berkelanjutan melalui edukasi langsung dari ahli dibidangnya. Bagi MR.D.I.Y. Indonesia, keberlanjutan merupakan bagian dari cara kami bertumbuh bersama ekosistem.” Rika menambahkan bahwa perusahaan berupaya membuka peluang bagi produk lokal berkualitas dipasarkan melalui jaringan ritel nasional.

Data menunjukkan Indonesia memiliki 4,52 juta unit IKM, atau 99,7% dari total industri nasional. Peningkatan kapasitas IKM dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dianggap mampu mendukung kemajuan industri dan memperluas akses pasar mereka ke jaringan formal yang lebih luas.

CIMB Niaga turut menyediakan solusi pembiayaan berkelanjutan, termasuk supplier financing dan pengelolaan transaksi bisnis untuk mengoptimalkan arus kas UKM. Head of Corporate Banking CIMB Niaga, Miranty Supardi, mengatakan: “Sejalan dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk berjalan berdampingan dengan para pelaku IKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional.”

Program ini sejalan dengan inisiatif Program Pemberdayaan IKM Hijau yang diluncurkan Kementerian Perindustrian pada Juli 2026. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita, menekankan bahwa transformasi industri hijau bukan hanya tanggung jawab perusahaan besar tetapi juga peluang strategis bagi UKM lokal. Kolaborasi lintas sektor diharapkan membantu IKM menemukan role model untuk inspirasi transformasi hijau.

Sebagai studi kasus, CV Karya Wahana Sentosa (KWaS), pemasok lokal MR.D.I.Y. sejak 2023, membagikan pengalaman menerapkan prinsip keberlanjutan melalui penggunaan bahan baku kayu bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC). Per Oktober 2026, penjualan KWaS di platform MR.D.I.Y. telah mencapai 85% dari total penjualan tahun 2025, menunjukkan dampak positif dari kemitraan berbasis keberlanjutan.

Direktur Utama KWaS, Robertus Agung, menyebutkan bahwa kemitraan membantu mereka menjangkau pasar lebih luas dan mendorong peningkatan kapasitas usaha. Program pelatihan ini menjadi momen bagi UKM lainnya melihat bagaimana penerapan prinsip bisnis hijau dapat menghasilkan pertumbuhan bisnis yang nyata dan berkelanjutan.

Sumber: Detik Finance

Rekomendasi

Scroll to Top