
Princeton Digital Group (PDG), operator pusat data terkemuka, memulai langkah hijau dengan mengganti bahan bakar diesel menggunakan HVO (Hydrotreated Vegetable Oil)—sejenis bahan bakar nabati—di seluruh fasilitas datanya di Indonesia. Keputusan ini bagian dari strategi perusahaan untuk menekan jejak karbon operasionalnya.
PDG menjalin kemitraan dengan PT Pertamina Patra Niaga sejak September 2025 untuk mewujudkan rencana tersebut. Indonesia dipilih sebagai lokasi pertama dalam jaringan global PDG yang menerapkan teknologi bahan bakar ramah lingkungan ini.
Menurut Michael Martin, Group Head of Energy and Environment PDG, “Sejak menandatangani kemitraan strategis pada September 2025, kami secara bertahap memperluas penggunaan HVO di seluruh operasional kami di Indonesia, dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan bakar, kesiapan operasional, serta kinerja yang berkelanjutan.” Ekspansi dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan faktor teknis dan ketersediaan pasokan.
Uji coba menunjukkan HVO dapat langsung menggantikan diesel pada generator cadangan tanpa perlu mengubah mesin atau infrastruktur yang sudah ada. Performa generator tetap stabil dan andal dengan bahan bakar baru ini, membuka peluang pengurangan emisi tanpa mengorbankan keandalan sistem.
Meski harga HVO sekitar 10-15 persen lebih mahal dari diesel fosil, biaya tambahan ini masih terjangkau bagi PDG. Pasalnya, generator cadangan pusat data hanya menyala saat pengujian rutin atau gangguan listrik, sehingga konsumsi bahan bakar relatif kecil dalam total pengeluaran operasional.
Selain HVO, PDG juga mengeksplorasi sumber energi terbarukan lain untuk pusat datanya di Indonesia. Fasilitas saat ini sudah memanfaatkan listrik dari pembangkit panas bumi Kamojang melalui sertifikat energi, serta energi biomassa melalui kerjasama di kampus Cibitung.
Komitmen PDG pada energi bersih mencerminkan tren industri data center global yang semakin serius mengintegrasikan solusi ramah lingkungan ke dalam operasi sehari-hari. Langkah semacam ini diharapkan dapat mendorong adopsi lebih luas teknologi berkelanjutan di sektor infrastruktur digital Indonesia.
Sumber: Antara News
Rekomendasi

Tersangka Pengendali Tambang Nikel Ilegal Sultra Dilaporkan Bersembunyi di Luar Negeri

Perusahaan Inggris BlackInk Siap Investasi Rp 1,2 Triliun di Pulogadung

OJK Kolaborasi dengan Banyuwangi Batik Festival untuk Buka Akses Keuangan bagi Perajin

