
Permintaan penumpang KRL Commuter Line yang terus membengkak mendorong PT KAI dan anak perusahaannya KAI Commuter untuk mempercepat pengadaan kereta baru. Meski rencana impor kereta bekas dari Jepang telah dibatalkan, strategi penambahan armada tetap berlanjut dengan fokus pada produksi dalam negeri melalui kerjasama dengan PT INKA.
Data menunjukkan lonjakan permintaan yang signifikan. Sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini, Commuter Line melayani 303,79 juta penumpang—naik 5,7 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 287,29 juta orang. Kenaikan ini mencerminkan semakin tingginya ketergantungan masyarakat Jabodetabek pada layanan kereta commuter.
Dalam upaya merespons permintaan tersebut, KAI telah memesan 16 rangkaian kereta dengan 12 gerbong masing-masing kepada INKA. Hingga saat ini, 8 rangkaian sudah diterima dan 7 di antaranya sudah beroperasi sejak awal tahun. Satu rangkaian sisanya masih dalam fase uji coba dan dijadwalkan aktif pada Desember 2026.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menyatakan, “KAI Commuter mendukung dan akan terus berkordinasi dengan KAI dan stakeholders dalam pemenuhan sarana Commuter Line ke depannya.” Komitmen ini diikuti dengan perencanaan pemesanan 23 rangkaian kereta tambahan dengan target pengadaan selesai dalam 2 hingga 3 tahun ke depan.
Untuk memastikan operasional kereta 12 gerbong berjalan optimal, KAI juga sedang meningkatkan infrastruktur pendukung. Salah satu prioritas adalah peningkatan kapasitas daya listrik di Green Line rute Rangkasbitung, yang krusial untuk mendukung pengoperasian armada baru di seluruh lintas layanan.
Saat ini KAI Commuter mengoperasikan 89 rangkaian kereta untuk menjalankan 1.065 perjalanan setiap hari mencakup seluruh wilayah Jabodetabek. Armada tersebut terdiri dari 22 trainset SF8 (8 gerbong), 34 trainset SF10 (10 gerbong), dan 33 trainset SF12 (12 gerbong) yang didistribusikan di berbagai lintas. Strategi peredaran sarana yang adaptif ini dirancang untuk mengakomodasi mobilitas puncak terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Dengan kombinasi kereta yang sudah beroperasi dan rencana pengadaan baru, KAI berharap dapat mengatasi pertumbuhan penumpang yang konsisten dari tahun ke tahun sambil menjaga kualitas layanan kepada jutaan pengguna di kawasan Jabodetabek.
Sumber: Detik Finance
Rekomendasi

Tersangka Pengendali Tambang Nikel Ilegal Sultra Dilaporkan Bersembunyi di Luar Negeri

Perusahaan Inggris BlackInk Siap Investasi Rp 1,2 Triliun di Pulogadung

OJK Kolaborasi dengan Banyuwangi Batik Festival untuk Buka Akses Keuangan bagi Perajin

