
Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus maju dengan dukungan investasi besar dari dalam dan luar negeri. Selain anggaran pemerintah, investor swasta dan asing telah menyuntikkan dana sebesar Rp 4 triliun untuk membangun kompleks hunian dan perkantoran komersial di kawasan ibu kota baru tersebut.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan pencapaian terkini proyek infrastruktur pemerintahan. Gedung-gedung khusus untuk lembaga eksekutif sudah diselesaikan 100 persen, sementara pembangunan kompleks yudikatif dan legislatif masih berlangsung dengan progres rata-rata 30 persen.
“Kalau yang Yudikatif, Legislatif rata-rata 30%. Eksekutif sudah 100%. Sekarang kan yang Yudikatif dan Legislatif,” ujar Basuki saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Investasi terbaru berasal dari dua sumber utama. Perusahaan China bernama Star Bright menyiapkan dana Rp 1,5 triliun untuk membangun apartemen dan perkantoran, sedangkan investor dari Korea Selatan, Dian Jaya, mengalokasikan Rp 2,5 triliun untuk proyek serupa. Kedua investasi ini dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Untuk mengakomodasi aparatur sipil negara yang akan pindah ke IKN, pemerintah menyiapkan hunian dalam dua format. Delapan menara apartemen telah direncanakan khusus untuk pegawai negeri, ditambah 109 unit rumah tapak sebagai opsi hunian alternatif. Selain itu, fasilitas pendukung seperti hotel dan restoran juga sedang dibangun oleh investor swasta untuk melayani kebutuhan warga kota baru tersebut.
Sumber: Detik Finance
Rekomendasi

Pemerintah Pusat Siap Bantu Daerah Atasi Beban Gaji Pegawai yang Membengkak

OJK Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Indonesia Masih Tertinggal dari Standar MSCI

Bea Cukai Tangkap Sindikat Penyelundupan Emas 25 Kg di Lima Bandara Internasional

