
Xsolla, perusahaan yang menyediakan layanan pembayaran dan distribusi untuk industri video game, mengidentifikasi Asia Tenggara sebagai wilayah dengan potensi pertumbuhan signifikan bagi pengembang game internasional. Riset bersama dengan Niko Partners menunjukkan bahwa pasar gaming di kawasan ini mencapai nilai 5,6 miliar dolar, dengan peluang ekspansi yang belum maksimal.
Indonesia, Thailand, dan Vietnam menjadi fokus utama. Ketiga negara tersebut menghasilkan pendapatan game sebesar 3,8 miliar dolar, atau sekitar 68,5% dari total pengeluaran gaming di Asia Tenggara untuk game seluler dan PC. Pada 2026, ketiga pasar diproyeksikan memiliki 226,1 juta pemain game, membuka pintu besar bagi studio global untuk menjangkau audiens baru.
Kunci kesuksesan terletak pada pemahaman mendalam tentang preferensi lokal. Berkley Egenes, Chief Marketing & Growth Officer Xsolla, menjelaskan bahwa “Penelitian dari laporan Xsolla dan Niko Partners menunjukkan bahwa meskipun para pemain di Indonesia, Thailand, dan Vietnam memiliki minat yang tinggi terhadap video game internasional, preferensi pembayaran lokal, kenyamanan, dan nilai yang mereka cari memiliki peran penting dalam cara mereka melakukan pembelian.”
Sistem pembayaran yang disesuaikan dengan kondisi lokal serta strategi perdagangan langsung ke konsumen terbukti mendorong pertumbuhan di ketiga pasar tersebut. Xsolla menyediakan solusi mencakup toko web, pembayaran cerdas, dan fitur keterlibatan pemain untuk membantu developer menjangkau pasar Asia Tenggara dengan lebih efektif.
Perusahaan akan menampilkan kehadiran kuat di gamescom asia 2026 (29 Oktober–1 November di Bangkok), dengan demonstrasi produk, sesi berbicara dari eksekutif senior, serta program networking eksklusif. Acara ini akan mempertemukan ekosistem gaming global dengan pasar Asia Tenggara yang terus berkembang pesat.
Sumber: Antara News
Rekomendasi

KAI Perkuat Armada KRL dengan 16 Pesanan ke INKA, Siap Operasi hingga 2027

Tersangka Pengendali Tambang Nikel Ilegal Sultra Dilaporkan Bersembunyi di Luar Negeri

Perusahaan Inggris BlackInk Siap Investasi Rp 1,2 Triliun di Pulogadung

