Investor Asing Ramai Masuk ke SBN dan SRBI, Pasar Saham Masih Sepi

Investor Asing Ramai Masuk ke SBN dan SRBI, Pasar Saham Masih Sepi

Dana asing terus berdatangan ke Indonesia. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, aliran modal asing (yang disebut capital inflow) mencapai Rp 126 triliun, menurut catatan Kementerian Keuangan. Angka ini menunjukkan kepercayaan investor luar negeri terhadap pasar keuangan dalam negeri, meski dengan nuansa yang beragam di berbagai sektor.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa sebagian besar uang asing itu tertarik ke dua instrumen: Surat Berharga Negara (SBN—obligasi yang diterbitkan pemerintah) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Keduanya terus menjadi favorit kalangan investor global karena dianggap cukup menguntungkan dan relatif aman.

“SBN itu masih cukup menarik, SRBI juga masih cukup menarik, sehingga bisa menarik modal masuk ke dalam negeri,” kata Suahasil. Namun, pemerintah juga memperhatikan bahwa tingkat bunga instrumen ini mulai meningkat karena dampak ketidakpastian ekonomi global.

Cerita berbeda terlihat di pasar saham domestik. Sementara SBN dan SRBI menerima aliran masuk, investor asing justru masih melakukan aksi jual bersih (capital outflow) di bursa saham lokal. Ini menandakan ada perbedaan sentimen investor terhadap kedua pasar tersebut.

Pemerintah tidak menganggap remeh situasi ini. Suahasil mengaku sedang berupaya memperbaiki iklim pasar modal agar saham Indonesia bisa menjadi seattraktif SBN dan SRBI dalam menyedot investasi asing. Namun, fokus utama tetap pada investasi langsung ke proyek-proyek riil di Indonesia, bukan hanya investasi di pasar keuangan.

Dinamika ini mencerminkan selektifitas investor asing dalam memilih sarana investasi. Meski modal tetap mengalir masuk, distribusinya bergantung pada persepsi risiko dan potensi imbal hasil di setiap instrumen pada waktu tertentu.

Sumber: Detik Finance

Rekomendasi

Scroll to Top