
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menetapkan target ambisius: seluruh desa dan dusun di Maluku harus sudah mendapat akses listrik pada 2029-2030. Langkah ini bagian dari upaya pemerintah memeratakan infrastruktur energi ke wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).
Bahlil menyoroti kesenjangan energi yang masih nyata di daerah asalnya. Contohnya Pulau Run di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, yang hingga kini tidak punya pasokan listrik 24 jam. Ia membandingkan kondisi ini dengan sejarah pulau tersebut: “Kenapa saya bilang begini? Baru tahun lalu saya ke Pulau Run di Banda Neira dan mereka belum menikmati listrik 24 jam. Padahal di zaman Belanda dulu, pulau ini pernah ditukar dengan Manhattan di Amerika Serikat. Sekarang Manhattan sudah maju pesat, sedangkan di Pulau Run listrik saja belum memadai.”
Secara nasional, masalah ketimpangan listrik lebih luas. Sekitar 11.000 desa dan dusun di seluruh Indonesia masih kekurangan akses penerangan listrik yang memadai. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto menjadikan percepatan elektrifikasi sebagai prioritas pemerintah.
Untuk mewujudkan target ini, pemerintah menjalankan dua program utama secara bertahap. Pertama, Program Listrik Desa (Lisdes) yang membangun dan memperluas jaringan listrik ke area terpencil yang belum terjangkau grid PLN. Kedua, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) memberikan sambungan listrik gratis langsung ke rumah warga yang tidak mampu.
Pemerintah terus menaikkan target setiap tahun. Pada 2025, fokus penanganan adalah sekitar 1.400 desa, kemudian akan ditingkatkan signifikan pada 2026 dan 2027 melalui kerja sama ketat antara pemerintah daerah dan PT PLN. Bahlil yakin dengan kolaborasi lintas sektor ini, kesenjangan akses energi di kepulauan seperti Maluku dapat diselesaikan secara bertahap hingga sepenuhnya tuntas di tahun 2030.
Sumber: Antara News
Rekomendasi

Tersangka Pengendali Tambang Nikel Ilegal Sultra Dilaporkan Bersembunyi di Luar Negeri

Perusahaan Inggris BlackInk Siap Investasi Rp 1,2 Triliun di Pulogadung

OJK Kolaborasi dengan Banyuwangi Batik Festival untuk Buka Akses Keuangan bagi Perajin

